Oleh: Admin | Juni 25, 2014

PPDB (PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU) TH 2014

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TH 2014

Tahun Pelajaran 2014/2015, mulai tanggal 18 Juni sampai dengan 25 Juni, SMK N 1 PURWOJATI menerima pendaftaran peserta didik baru.  Pada tahun ini telah dibuka 4 program studi  sebagai jawaban permintaan masyarakat Purwojati dan sekitarnya  dengan Program Teknik Sepeda Motor, Teknik Pengelasan, Tata Busana, dan Pemasaran.

Kuota / daya tampung program baru ini 2 rombongan belajar masing-masing 32 peserta didik.  Untuk itu bergegaslah dan segera kunjungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan detailnya di SMK Negeri 1 Purwojati Jl. Raya Inpres Klapasawit No.07 Klapasawit – Purwojati.

Program studi yang telah ada sejak berdirinya sekolah ini antara lain : Teknik Pengelasan (welding),  Penjualan (marketing), dan Tata Busana Butik, dengan ditambah Teknik Sepeda Motor.   Daya tampung dalam Penerimaan Peserta Didik Baru tahun ini menjadi 9 rombongan belajar masing-masing program studi 2 rombel dengan kapasitas per rombel 32 anak, sehingga total daya tampung SMK Purwojati menjadi 288 siswa.

DAN INI LAH PARA PEMBINA SMK N PURWOJATI

Sesaat setelah selesai pembinaan dari para assessor akreditasi tahun 2012, seluruh personil yang hadir mengikuti acara temu akhir hasil visitasi mengabadikan secara bersama dalam foto kemesraan sebagaimana pada gambar berikut.  Bagi yang tidak nampak kira-kira terhalang oleh siapa ? dan dimana posisinya ? Coba cari penampakannya !!!.

Semoga kebersamaan ini akan terus dijunjung tinggi sebagai pertanggung jawaban sebagai Abdi Masyarakat di bidang pendidikan

Oleh: Admin | Juni 16, 2014

BEST PRACTICE

Dalam rangka melaksanakan himbauan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, tentang pelaksanaan Seleksi Kepala Sekolah Kelompok) SMK tingkat Provinsi Jawa Tengah, sebagai utusan kabupaten / Kota,  maka Kepala SMK Negeri 1 Purwojati mendapatkan kesempatan dan amanah untuk mewakili Banyumas.  Dalam Kesempatan ini materi lomba disamping test akademik tertulis, Psikotest, Wawancana, akan tetapilebih ditekankan pada karya terbaikm dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai Kepala Sekolah yang dituangkan dalam makalah berupa Best Practice.  Best Praktice ini disusun berdasarkan pengalaman kerja penulis selama menjadi kepala sekolah di SMK Negeri 1 Pufrwojati Banyumas.  Adapun karya tulisan tersebut adalah sebagaiberikut.

Best Practice Kepala SMK Negeri 1 Purwojati
Kabupaten Banyumas – Provinsi Jawa Tengah

BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring dengan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam upaya meningkatkan Angka Partisipasi Kumulatif (APK) jenjang Pendidikan Menengah untuk dapat mendongkrak dari angka 78,7% tahun 2012, menjadi 82,0% pada tahun 2013, diperlukan suatu upaya-upaya yang sinergis mulai dari pemerintah pusat hingga tingkat pelaksana di lapangan (sekolah).
Keadaan peserta didik yang ada di SMK Negeri 1 Purwojati Kabupaten Banyumas pada tahun pelajaran 2010/2011 mengalami penurunan animo peserta didik yang cukup dramatis, dimana daya tampung sekolah untuk 3 Program Studi Keahlian sebanyak 224 siswa, hanya terisi 123 siswa. Keadaan ini semakin tidak sejalan dengan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas mencanangkan Kabupaten Vokasi yang mestinya jumlah animo siswa yang sekolah di SMK akan semakin meningkat dengan proporsi 60 persen dan SMA 40 persen.
Memperhatikan kondisi diatas, penulis selaku kepala Sekolah yang baru saja dilantik, dan ditempatkan di sekolah tersebut mulai tanggal 27 Juli 2010, merasakan adanya suatu keganjilan dengan ketimpangan tersebut dan muncul pertanyaan dalam pemikiran penulis, 1. Mengapa hal ini bisa terjadi ?; 2. Bagaimana cara menyelesaikan permasalahan yang ada ?
Sebagai kepala sekolah baru, yang masih minim pengalaman mencoba untuk berbuat agar keluar dari permasalahan yang ada dan dapat membangun secara menyeluruh dari segala aspek untuk mewujudkan tujuan pendirian SMK Negeri 1 Purwojati Kabupaten Banyumas baik dari Pemerintah Daerah maupun harapan Masyarakat di wilayah sekitar sekolah. Bagaimana penulis dapat mengimplementasikan fungsi kepala sekolah sebagai manajer, kepala sekolah sebagai pemimpin dalam mengelola sekolah dengan mengacu dan memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan yang terdiri dari Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Penilaian, Standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, dan Standar Pembiayaan,
B. Permasalahan
Untuk dapat mengetahui akar permasalahan yang ada di SMK Negeri 1 Purwojati Kabupaten Banyumas, maka langkah yang dilakukan adalah melihat dan menelaah Profile Sekolah saat itu dari data yang ada, dibandingkan dengan standar baku dalam Evaluasi Diri Sekolah (EDS).
Permasalahan atau kesenjangan yang ada pada SMK Negeri 1 Purwojati Kabupaten Banyumas saat awal penulis kali pertama diangkat sebagai kepala sekolah adalah :
1. Belum adanya Struktur organisasi sekolah dan OSIS serta uraian tugas dalam pengelolaan lembaga pendidikan SMK   Negeri 1 Purwojati.
2. Belum tersusunnya dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran dan pendidikan sebagaimana standar isi (Permendiknas nomor 22 Tahun 2006)
3. Kegiatan pengembangan diri peserta didik (ekstrakurikuler) belum berjalan dan terprogram
4. Kuantitas dan kualitas guru yang sangat minim dengan jumlah 19 guru dan 3 Tenaga Administrasi serta 4 karyawan penjaga dan pesuruh.
5. Sarana dan prasarana masih minim dalam memenuhi standar layanan minimal pembelajaran
6. Kondisi fisik sekolah dan lingkungan area sekolah yang belum tertata dan belum seperti layaknya sekolah, akan tetapi masih berupa kebun yang keadaannya sangat memprihatinkan (lahan kritis potensi longsor) dan tak terpelihara.
7. Penyusunan Silabus dan RPP oleh guru masih sangat minim dan belum bermakna, bahkan ada mapel yang tidak ada dokumen silabus dan RPP-nya
8. Masih sangat sedikit sarana media pembelajaran teruratama media elektronik dan guru yang mampu menggunakannya.
9. Sumber belajar masih sangat minim, buku-buku di perpustakaan sangat minim.
10. Strategi dan metode serta model pembelajaran kebanyakan masih secara konvensional dalam menciptakan pembelajaran yang mendidik.
11. Sebagian besar guru dalam pembelajaran kurang memahami karakteristik peserta didik.
12. KKM yang masih rendah dan belum dipahami oleh peserta didik.
13. Dokumen evaluasi belajar dan penilaian belum teradministrasikan secara baik, benar dan lengkap.
14. Kerjasama dengan orang tua peserta didik untuk mendorong peningkatan belajar dan prestasi peserta didik masih rendah.
15. Kompetensi yang dicapai oleh peserta didik belum maksimal (masih banyak siswa dengan capaian nilai dibawah KKM)
16. Nilai-nilai karakter yang harus dimiliki peserta didik sebagai kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial masih rendah.
17. Belum terumuskannya visi dan misi sekolah, visi dan misi program studi keahlian serta dokumen Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) / RPS / RENSTRA .
18. Tidak adanya Program Kerja Tahunan / Rencana Operasional (Rencop)
19. EDS belum ada /dijalankan untuk menentukan titik awal dalam pengembangan sekolah.
20. Pengelolaan data masih seadanya, belum ada akses jaringan internet
21. Administrasi keuangan belum terdokumenkan secara tertib dan rapi.
22. Belum terbentuk teamwork dan kemitraan dengan pihak lain
23. Animo peserta didik mengalami penurunan yang cukup signifikan sampai 50%.
24. Belum ada upaya yang konkrit dari sekolah untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan.
25. Komite Sekolah sebagai mitra sekolah dalam penyelenggaraan/pengelolaan sekolah belum berperan secara optimal.
C. Strategi Pemecahan Masalah
Dari permasalahan diatas dan data-data dukung yang dimiliki serta target atau harapan, maka strategi yang dilakukan adalah :
1. Identifikasi permasalahan yang ada dengan melakukan Evaluasi Diri Sekolah, penyebab dan cara menyelesaikan permasalahan secara brain storming
2. Menyusun organisasi sekolah dan OSIS serta menentukan uraian tugas dan tanggung jawab (job description) masing-masing jabatan dalam organisasi sekaligus menempatkan personal yang memiliki kompetensi sesuai dengan tupoksi masing-masing jabatan
3. Menyusun Visi dan Misi sekolah untuk mengarahkan haluan dalam mencapai cita-cita/harapan organisasi sekolah, secara bersama stake holder yang ada, dan disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah dan stake holder.
4. Menyusun RKJM dan Rencop tahunan serta RAPBS nya dengan didasarkan pada hasil EDS dan MSPD saat itu lengkap dengan uraian kegiatannya.
5. Menganalisis kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan serta mengajukan hasil analisis ke PPTK dan BKD Kabupaten Banyumas.
6. Merumuskan secara bersama sasaran mutu yang hendak dicapai pada tahun berjalan dan empat tahun ke depan berdasarkan 8 standar Nasional Pendidikan
7. Menyusun dokumen kurikulum (KTSP) pada tahun berjalan dan dua tahun ke depan yang terdiri dari Struktur kurikulum, Sylabus, Prota, Promes, RPP, Program Praktik, Worksheet siswa, secara bersama melalui kegiatan workshop.
8. Meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dalam pemanfaatan dan pengoperasian alat-alat/sarana elektronik (IT) untuk pembelajaran melalui diklat di sekolah pada setiap sore hari.
9. Menyusun perencanaan kegiatan pengembangan diri siswa dengan kegiatan ekstrakurikuler yang diminati peserta didik dan program wajib pembinaan karakter.
10. Penyusunan standar harga indek belanja sekolah didadasrkan indek harga maksimal kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kesejahteraan warga sekolah.
11. Menyusun pembagian tugas pada seluruh kegiatan tahunan sekolah dengan rotasi tugas pada tahun berikutnya.
12. Membentuk forum kekeluargaan agar terjadi komunikasi yang efektif dan ikatan kekeluargaan agar terbentuk rasa kebersamaan seluruh warga sekolah.
13. Menyelenggarakan secara kontinu pembinaan kerohanian untuk pembentukan kompetensi kepribadian yang unggul setiap warga sekolah
14. Mennciptakan simbol-simbol budaya malu, karakter luhur dan kultur budaya yang damai.
15. Membangun kerjasama dan komunikasi dengan pemerintah daerah baik tingkat kecamatan maupun tingkat desa agar memberikan dukungan terhadap program-program sekolah, terutama menjaring calon peserta didik untuk masuk ke SMK Negeri 1 Purwojati dalam upaya merealisasikan banyumas kabupaten vokasi dan meningkatkan APK di wilayah Kecamatan-kecamatan sekitar sekolah.
16. Menetapkan hari Jum’at sebagai hari Jum’at Sehat, Jum’at Bersih dan Jum’at Ikhlas/Taqwa.
17. Selalu membangun komunikasi dengan orangtua perserta didik agar terjadi sinergitas dalam pembinaan kesiswaan untuk mencapai hasil dan mutu pembelajaran yang optimal.
18. Membentuk teamwork hubungan kerja sama dan Institusi pasangan dengan pihak ke tiga baik komite, dunia usaha atau industri sebagai wahana pembelajaran produktif di semua program studi keahlian yang ada.
19. Mengadakan evaluasi diri setiap pendidik dan tenaga kependidikan untuk dapat mengembangkan kompetensinya secara terencana dan terkontrol.
20. Mengadakan komunikasi yang intens dengan dinas pendidikan atau instansi pemerintah terkait dalam pengadaan sarana prasarana.
21. Membuat masterplann pengembangan sekolah dan mengadakan tambahan luasan areal tanah yang dimiliki sekolah agar dapat mendirikan bangunan-bangunan yang diperlukan dalam memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran.
22. Menata lingkungan sekolah agar menjadi tempat kegiatan pembelajaran aman, nyaman, asri, menyenangkan, dengan memperhatikan aspek-aspek pelestarian lingkungan hidup.
23. Pemberdayaan peran dan fungsi Komite Sekolah secara menyeluruh dalam setiap pengambilan kebijakan sekolah.
Langkah-langkah strategi yang dilaksanakan di atas, kesemuanya mengarah pada tupoksi lembaga pendidikan kejuruan yaitu peningkatan mutu layanan pembelajaran dan tercapainya tujuan Banyumas Kabupaten Vokasi serta mengejar target APK yang telah menjadi program Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

BAB II. IMPLEMENTASI BEST PRACTICE
A. Alasan Pemilihan Strategi Pemecahan Masalah
Permasalahan yang cukup komplek sebagaimana tersebut di atas, diperlukan suatu kendali yang intensif dan berkelanjutan dengan strategi pendekatan personal untuk dapat memainkan peran dalam mengubah pola pikir, motivasi dan kiat kerja dan terutama mengedepankan prinsip-prinsip kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tangkas serta kerja tuntas. Hal itu dibutuhkan suatu dukungan kualitas dasar kewirausahaan kepala sekolah yang kuat dengan daya pikir, daya qolbu/hati, daya fisik.
Untuk dapat memainkan peran diatas agar dapat tercapai harapan sebagaimana kepentingan organisasi perlu menentukan personil-personil yang akan bergerak sebagai garda terdepan untuk menjadi motor dalam menggerakkan roda kelembagaan/organisasi agar berjalan dengan baik, yaitu orang-orang yang memiliki komitmen dan keunggulan kompetensi dalam memberikan dorongan atau mempengaruhi agar terjadi perubahan pada orang-orang disekitarnya untuk dapat secara bersama mendorong laju perkembangan yang dinamis dalam mencapai tujuan.
Pemberdayaan warga sekolah dapat diartikan sebagai penghargaan dan motivasi yang besar untuk bersama-sama memahami visi dan misi organisasi. Dengan demikian maka tujuan yang seberat apapun akan terasa ringan jika dilakukan secara bersama dengan masing-masing peran mempertanggungjawabkan tupoksinya.
Kepala sekolah sebagai peminpin/leader harus dapat memainkan peran tersebut dengan kepemimpinannya, maka komando akan dapat berlangsung secara estafet menurut jenjang dalam hierarkhi organisasi. Pendekatan kepemimpinan pembelajaran yang disinergiskan dengan fungsi manajemen yang baik sangatlah mendukung dalam menghadapi persoalan-persoalan pendidikan di SMK Negeri 1 Purwojati.
Untuk keluar dari kondisi riil sekolah yang masih sangat memprihatinkan diperlukan langkah langkah untuk mengadakan perubahan baik internal maupun eksternal. Namun yang paling utama adalah membangun perubahan Sumber Daya manusia dari seluruh warga sekolah.
Perbaikan dan pengembangan kinerja internal, Peningkatan mutu layanan pendidikan dengan layanan prima kepada siswa dan orang tua siswa dalam memenuhi harapannya akan berdampak lebih baik dalam pemecahan persoalan-persoalan pendidikan di SMK Negeri 1 Purwojati. Perbaikan dan pengembangan kinerja internal tidak lepas dari pembinaan SDM warga sekolah. Hal ini akan berdampak positif dan bersifat permanen / kontinuitas karena adanya pembentukan kultur dan karakter pada para siswa dan guru. Dengan demikian kepemimpinan pembelajaran dapat berjalan dengan selalu meningkat dari waktu ke waktu.
Keberadaan sekolah tidak akan berarti/berfungsi jika tidak didukung oleh masyarakat sebagai orang tua /wali murid yang menyekolahkan anak-anaknya di sekolah ini. Jika dilihat dari permasalahan animo peserta didik yang menurun drastis sebagaimana di atas, maka akan mengancam kelangsungan hidup sekolah, maka harus segera mendapatkan penanganan yang serius.
Promosi sekolah untuk menarik peserta didik dengan cara-cara yang lazim dilakukan sekolah pada umumnya dengan memasang spanduk, banner, poster dan peraga display lainnya yang dipasang di atas jalan, tembok-tembok toko atau di perempatan jalan dan tempat terbuka lainnya sudah tidak memberikan effek hasil yang signifikan. Disamping harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit dan prosedur yang panjang, juga sangat mengganggu keindahan dan bahkan menyisakan limbah yang merugikan kelestarian alam. Masyarakat sudah merasa jenuh dan biasa dengan promosi cara-cara tersebut,sehingga sudah tidak menarik perhatian bahkan terjadi perubahan opini masyarakat bahwa sekolah yang banyak memasang iklan/promosi dengan menggunakan cara tersebut secara besar-besaran merupakan sekolah yang tidak diminati oleh masyarakat (kurang laku ibarat orang jualan)
Penulis dalam hal ini menempuh strategi dengan memperluas dan mengintensifkan jalur komunikasi dengan pihak-pihak yang berpengaruh di tengah-tengah masyarakat sekitar wilayah sekolah. Jalur kelembagaan pemerintahan melalui Camat kepada kepala desa, dan dari kepala desa ke perangkat desa, hingga pada tingkat RT dengan penjelasan pada pertemuan/rembug kecamatan, rembug desa atau pertemuan Rukun Tetangga, merupakan jalur promosi yang efektif. Disamping keberadaan dan eksistensi sekolah yang tertanam di hati masyarakat juga dapat menumbuhkan rasa kepercayaan masyarakat kepada sekolah, karena banyaknya perhatian dari tokoh masyarakat serta institusi yang ada di sekitar sekolah yang ikut mendorong dan mendukung keberadaan sekolah seperti kepolisian, koramil dan tentunya tidak kalah penting peran para kepala sekolah tingkat SMP atau yang sederajat dan Pemberdayaan peran dan fungsi komite sekolah SMK N 1 Purwojati.
Melihat euforia saat ini dengan semakin maraknya dan membuminya peralatan komunikasi handphone, i-pad. Tablet dan lain sejenisnya pada masyarakat terutama dikalangan anak-anak remaja dalam penggunaan dan pemanfaatan informasi melalui dunia maya sebagai sumber informasi, maka penulis memanfaatkan momen ini untuk membangun jaringan internet di sekolah. Dengan demikian perkembangan informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlangsung di luar sekolah dapat dengan mudah diperoleh guna memfasilitasi siswa dan guru dalam pembelajaran yang mendidik. Demikian sebaliknya, untuk memberikan informasi perkembangan dan keberadaan sekolah (SMK Negeri 1 Purwojati) maka penulis membangun website dan Blogg SMK Negeri 1 Purwojati, sehingga masyarakat yang familier dengan peralatan komunikasi elektronik dan dunia maya, dapat dengan mudah mendapatkan informasi tentang sekolah. Hal ini ditujukan dalam rangka mengatasi masalah letak geografis dari sekolah yang kurang dapat di-akses oleh masyarakat dari daerah lain.
B. Hasil atau dampak yang dicapai dari strategi yang dipilih
Bermodalkan tekad yang kuat untuk berubah, semangat kewirausahaan sebagai kepala sekolah dan strategi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), juga menempatkan posisinya sebagai pemimpin pembelajaran dan intensifnya monitoring, supervisi dan evaluasi dari semua aspek kegiatan sekolah, maka dapat memberikan hasil dan dampak yang positif dalam pengelolaan sekolah. Hal ini ditunjukkan adanya indikasi perubahan-perubahan yang terjadi baik secara fisik maupun nonfisik (perilaku) dari SDM-nya yang merupakan bentuk pemecahan persoalan-persoalan yang ada di sekolah.
Kemajuan yang dicapai atas hasil kerja keras dan pantang menyerah juga senantiasa mendekatkan hati pada manajemen qolbu serta keberanian mengambil suatu risiko maka dapat dicapai kemajuan dan perubahan antara lain:
1. Terwujudnya tatanan kehidupan hierarkhi kerja karena terbentuknya struktur organisasi sekolah, struktur OSIS yang dilengkapi dengan uraian tupoksi dan wewenang dari masing-masing elemen organisasi. Hal ini akan memberi dampak pada bidang yang lainnya sebagai kelanjutan dari berfungsinya struktur organisasi.
2. Telah tersusunnya dokumen kurikulum SMK Negeri 1 Purwojati mulai tahun 2010 sampai dengan KTSP tahun 2012/2013 dengan kelengkapannya berupa silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang bermakna bagi proses pembelajaran yang mendidik, program tahunan, program semester, serta program praktikum. Selain dokumen kurikulum juga telah disusunnya worksheet bagi siswa sebagai acuan dalam berlatih ketrampilan dengan didukung pengetahuan dan sikap yang baik. Saat ini juga sedang berproses dalam penyelesaian KTSP 2013/2014 dengan penyesuaian-penyesuaian secara berkelanjuta seiring dengan regulasi dalam implementasi kurikulum 2013.
3. Struktur OSIS yang telah dibentuk berimbas pada program kegiatan pengembangan diri siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler yang lebih variatif , jumlah peserta meningkat, meningkatnya nilai-nilai karakter luhur pada peserta didik.
4. Kualitas pembelajaran mengalami perubahan dari cara-cara konvensional bergeser ke cara pembelajaran yang mendidik, bervariasinya strategi dan metoda yang diterapkan, serta meningkat tajam penggunaan /pemanfaatan media elektronik untuk menciptakan pembelajaran dengan penerapan prinsip PAIKEM.
5. Bertambahnya banyaknya jumlah sarana dan prasarana layanan pembelajaran sehingga rasio siswa dan peralatan dapat ditingkatkan, sehingga kesempatan siswa untuk berlatih mendapatkan frekwensi yang lebih banyak, yang pada gilirannya hasil penguasaan kompetensi dapat tercapai optimal dan efiktif.
6. Lingkungan yang sudah mulai tertata, menghijau, sejuk walaupun belum maksimal, serta pemanfaatan area sekolah dalam pengembangan pembangunan fiisik yang optimal. Banyaknya penanaman pohon dengan program Penanaman seribu pohon di sekolah menambah nyaman udara di lingkungan sekolah.
7. Rehabilitasi lahan kritis yang dilakukan memberikan dampak tercukupinya ruang belajar, karena lahan lahan yang tadinya tidak dapat diakses menjadi tempat yang strategis untuk berlangsungnya proses belajar.
8. Suasana atau situasi pembelajaran di kelas menjadi semakin menyenangkan karena mudahnya akses internet dengan dilengkapinya sarana tower internet dengan kapasitas bankwizd yang memadai.
9. Bertambahnya jumlah buku-buku yang ada di perpustakaan memberikan kemudahan siswa dan guru untuk meningkatkan kemampuan pengetahuannya, serta pencapaian tingakt daya serap yang tinggi dibuktikan perolehan hasil belajar yang mencapai KKM cukup tinggi.
10. Terjadinya hubungan yang harmonis antara guru dengan peserta didik karena adanya saling memahami akan peran dan fungsi masing-masing dan saling menghargai dan menghormati.
11. Ditetapkannya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap tahun dan selalu meningkat, memberikan motivasi guru dan siswa meningkatkan semangat belajarnya dan diharapkan menjadi budaya belajar.
12. Ketersediaan database hasil penilaian serta kelengkapan dokumen penilaian yang disimpan secara aman dan terkendali dan dapat diakses oleh warga sekolah secara transparan dan berkeadilan.
13. Komunikasi antara sekolah dengan orang tua siswa yang semakin baik, memberikan dampak terhadap peningkatan pembimbingan dan pemantauan siswa dalam mendorong semangat belajarnya, dan mengakibatkan adanya perubahan perilaku baik aspek kognitif, afective, maupun psikomotorik yang positif.
14. Tersusunnya Visi, Misi dan Tujuan Sekolah, Visi, Misi dan Tujuan program studi keahlian, tersusunnya Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) / Rencana Strategis, Program Kerja Sekolah (Tahunan ) dan tersusunnya rencana operasional/Kegiatan.
15. Evaluasi Diri Sekolah (EDS) pada akhir tahun dilakukan secara bersama, sebagai hasilnya dijadikan titik awal program berikutnya.
16. Terkelolanya keuangan secara transparan, akuntabel dan efektif.
17. Terprogramnya kegiatan – kegiatan yang ditujukan untuk peningkatan kompetensi dan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan (OJT, IHT, Workshop dll)
18. Animo peserta didik baru semakin bertambah banyak hingga ada kenaikan 50 %.
19. Peran dan partisipasi aktif dari komite kepada sekolah sudah mulai akomodatif untuk dapat mempercepat target keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan organisasi.
20. Terselenggaranya kegiatan MGMP mapel produktif, adaptif dan Normatif, sehingga terjadi pertukaran pengalaman dan dapat menyelesaikan permasalahan di dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Dengan demikian kinerja guru dapat meningkat dan dapat meratanya pemahaman terhadap kurikulum dan memahami karakteristik peserta didik.
C. Kendala-kendala yang dihadapi dalam melaksanakan strategi yang dipilih
Banyak hal yang telah dihasilkan dalam memecahkan persoalan-persoalan yang ada di sekolah penulis. Namun masih ada kendala yang dihadapi dan perlu untuk disikapi dengan arif agar ke depan secara bertahap dapat teratasi, sehingga kualitas pembelajaran dan peran fungsi sekolah dapat terwujud.
Kendala-kendala yang ada diantaranya :
1. Belum adanya transportasi umum yang menuju sekolah dari arah kecamatan Cilongok/Ajibarang dan dari arah Kecamatan Notog Patikraja. Sedangkan dari arah wangon hanya sampai di terminal pasar purwojati, untuk menuju lokasi sekolah masih harus jalan kaki atau dengan ojeg sepeda motor.
2. SMK Negeri 1 Purwojati dikelilingi oleh sekolah-sekolah kejuruan yang sudah punya nama dan mapan yang berdiri jauh sebelum sekolah tempat penulis bertugas didirikan. Hal ini menjadi alibi adanya persaingan berebut calon siswa saat PPD.
3. Jumlah guru yang masih belum memenuhi kebutuhan ideal demi berlangsungnya proses pembelajaran yang optimal.
4. Taraf ekonomi orang tua siswa mayoritas dari kalangan ekonomi lemah.
5. Masih tingginya persentase guru wiyata bhakti, yang membutuhkan pembiayaan tinggi, akan tetapi kurang bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas tambahan yang diberikan kepadanya
6. Jarak tempat tinggal para guru dan tenaga kependidikan dengan sekolah yang cukup jauh, menyulitkan dalam koordinasi yang sifatnya mendadak, apalagi jika kegiatannya diselenggarakan pada sore atau malam hari.
7. Fasilitas sarana prasarana produktif masih kurang untuk pelayanan prima dalam pembelajaran yang mendidik.
D. Faktor – faktor Pendukung
Walaupun masih terdapat beberapa kendala seperti di atas, namun ada hal-hal yang merupakan daya dukung kepada sekolah diantaranya :
1. Sikap kekeluargaan yang kuat dapat memberikan suport dalam kerja sama di sekolah, serta mendorong kuatnya sikap sosial diantara warga.
2. Karakter para personal warga sekolah yang ikhlas dalam melakukan kegiatan sekolah sehingga memudahkan dalam penggalangan kebersamaan dan kerjasama dalam menyelesaikan persoalan-persoalan sekolah serta tugas organisasi.
3. Adanya dukungan dari pihak-pihak di luar sekolah yang ikut berempati kepada permasalahan sekolah.
4. Sikap komite yang akomodatif dalam menanggapi persoalan sekolah, sehingga memudahkan dalam mencapai solusi penyelesaian masalah yang ada
E. Alternatif Pengembangan
Untuk memberikan nilai tambah dalam pengembangan sekolah dan sinergis dengan tupoksi sekolah kejuruan, maka perlu dikembangkan Unit Produksi pada setiap Program Studi Keahlian dengan membuka pelayanan untuk umum dengan diawali oleh konsumen internal. Dengan dibuka dan dikembangkan Unit Produksi, maka dapat mendukung dalam proses pembelajaran sekaligus juga menopang sebagian dari pembiayaan operasional di masing-masing jurusan dan memberikan tambahan kesejahteraan warga pada jurusan yang ada.
Menjalin kemitraan dengan kerjasama saling menguntungkan dengan pihak DUDI dalam mengoptimalkan use faktor sarana yang ada sehingga dapat menjadi wahana pembelajaran praktik para peserta didik, dengan nara sumber yang profesional dan biaya bahan yang ringan.
Meningkatkan makna keikhlasan dan kebersamaan dalam berkarya dan beribadah, dengan menggalang pengumpulan infak untuk berdirinya tempat ibadah yang representatif.
Upaya menanggulangi persaingan dalam merekrut calon peserta didik, keunggulan internal akan lebih bararti dan elegant dalam mempromosikan sekolah untuk mendapatkan respon dan daya tarik masyarakat memilih SMK Negeri 1 Purwojati menjadi sekolah tujuan studi lanjut tamatan SMP.
Mengintensifkan tugas fungsional yang diberikan pemerintahan Kecamatan dengan menjadi petugas upacara pada setiap tahunnya dalam memperingati hari proklamasi Kemerdekaan RI sebagai pasukan pengibar bendera. Kegiatan ini memberikan daya tarik tersendiri bagi para tokoh dan masyarakat di kecamatan Purwojati, untuk menyosialisasikan keberadaan SMK N 1 Purwojati, sehingga masyarakat memberikan kepercayaan untuk menyekolahkan anak-anaknya ke Sekolah yang penulis pimpin.

BAB III. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI OPERASIONAL
A. Rumusan Simpulan
Dari uraian di atas dapat penulis simpulkan beberapa hal sebagai berikut :
1. Penerapan fungsi kepala sekolah memainkan peran sebagai leader dan kepala sekolah sebagai manajer merupakan kunci terjadinya perubahan pada orang-orang yang berada di sekelilingnya dalam organisasi.
2. Perubahan profil sekolah dapat terjadi jika SDM (warga sekolah berubah) menuju nilai-nilai positif.
3. Pendekatan MBS, Nilai kewirausahaan, Kepemimpinan pembelajaran yang terus dikawal dan dievaluasi akan memudahkan dalam pengambilan keputusan bertindak dan memberikan arahan teknis dalam mengikuti prosedur penyelesaian persoalan di sekolah.
4. Pemberdayaan seluruh elemen di sekolah merupakan langkah yang jitu dalam mensinergiskan potensi-potensi yang ada.
5. Komunikasi dengan menjalin kontak sosial secara personal sesuai mekanisme birokrasi organisasi baik secara internal maupun eksternal dapat memberikan hasil yang jauh lebih bermakna dan dapat mendekati ketuntasan dalam penyelesaian persoalan yang ada.
6. Segala upaya yang dilakukan pada akhirnya akan kembali pada sandaran hidup atas izin Allah SWT, sehingga tindakan dan usaha diharapkan menciptakan suasana yang damai, tentram dan bermartabat yang diarahkan pada peningkatan kualitas layanan pendidikan/pembelajaran.
B. Rekomendasi Operasional
1. Melakukan EDS setiap akhir tahun untuk mengetahui profil dan performance sekolah baik aspek positif (kemajuan) maupun aspek negatifnya (kesenjangan) yang dilakukan secara brainstorming, (inventarisasi permasalahan)
2. Menganalisis hasil EDS untuk kesenjangan-kesenjangan yang ada (permasalahan) dan dirumuskan menjadi program untuk tahun berikutnya.
3. Menentukan personal SDM yang cocok dengan rubrik permasalahan yang harus diselesaikan, serta meningkatkan kompetensi SDM.
4. Mereview visi dan misi sekolah kesesuaian dengan perkembangan kekinian.
5. Mensosialisasikan secara terus menerus visi, misi dan tujuan sekolah
6. Menentukan target tujuan (Sasaran Mutu yang hendak dicapai pada akhir tahun)
7. Menyusun pedoman operasional pelaksanaan program dan mekanisme kerja.
8. Meningkatkan supervisi, evaluasi setiap kegiatan dan tindak lanjut.
9. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif dengan prinsip PAIKEM
10. Selalu mendorong kreativitas, dan inovatif bagi para pendidik dan tenaga kependidikan dalam melayani dan mengembangkan potensi peserta didik.
11. Kepala sekolah senantiasa meningkatkan kompetensinya guna mengejar perkembangan yang terjadi di luar sekolah, terutama yang berkaitan dengan layanan prima dalam pembelajaran yang mendidik.
12. Memberdayakan orang-orang dengan karakter usil, suka protes/usul, apatis, (eccentric) dengan didampingi tenaga yang senior untuk ikut berperan aktif dalam semua kgiatan di sekolah, sehingga yang bersangkutan dapat merasakan bagaimana melaksanakan dan menyelesaikan suatu tugas di sekolah.
13. Membangun komunikasi yang bermutu, terbuka, dan kondusif dalam penyelesaian persoalan-persoalan yang ada di sekolah
14. Mengedepankan efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan kegiatan dan selalu berwawasan dan pelestarian lingkungan hidup di area sekolah dan sekitarnya
15. Selalu mencari upaya untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang mendidik (kreatif dan inovatif dengan prinsip PAIKEM.
16. Pemberian reward dan punishment yang adil kepada seluruh warga sekolah yang menunjukkan kinerjanya.

Keseluruhan materi tersebut dapat diunduh disini

Oleh: Admin | Mei 7, 2014

DUKA MERUNDUNG SMK N PURWOJATI

Bagai disambar petir seketika saat mendapat laporan informasi bahwa salah satu guru SMK N Purwojati telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Beliau adalah salah satu guru produktif Program Studi Keahlian Pemasaran yang telah merapatkan diri ke sekolah ini sejak tanggal 27 Januari Tahun 2011, yang sebelumnya  bertugas di SMK N 1 Purwokerto.
Kegembiraan yang terpancar dari para pendidik kaum Adam saat mengikuti kegiatan Hari Kartini dengan style dan gayanya menampilkan hidangan Nasi Goreng Versi Kartono, masih membalut ingatan kita. Bapak dari 2 orang anak ini dengan semangatnya untuk bisa berkomopetisi dengan rekan-rekan peserta sejawatnya juga masih terus membayangi.

DSCN1388    DSCN1392

Namun Allah berkehendak bahwa beliau harus menghadap Sang Kholiq dengan lantaran sakitnya yang dirasakan sejak hari Rabu tanggal 23 April 2014 sekitar pukul 16. WIB. Upaya mengatasi sakitnya juga masih diperjuangkan dengan mengendarai mobil sendiri berangkat berobat ke RSU Margono, Namun rasa sakit yang di deritanya tak kunjung reda bahkan semakin menjadi dan akhirnya pada pukul 20.00 WIB beliau dibawa kembali ke RSU Margono, akan tetapi di perjalanan menuju kesana sudah tidak tertolong lagi, Ajal telah menjemputnya.
Seluruh warga besar SMK Negeri 1 Purwojati telah kehilangan sosok orang pendidik yang cukup potensi, ikhlas dan kerja keras dalam membimbing putra putri asuhannya untuk bisa memberikan bekal ilmunya agar bisa dimanfaatkan di hari depan supaya menjadi manusia yang mandiri.
Telah banyak jasamu di sekolah ini, semoga tetap menjadi amal ibadahmu sebagai bekal dalam menjumpai Tuhanmu.

???????????????????????????????Selamat Jalan Pak Kamaludin, kami semua siap meneruskan perjuanganmu.

Oleh: Admin | April 22, 2014

HARI KARTINI (21 April 2014)

Memang agak dibilang aneh, saat sekarang ini di lembaga pemerintah merngadakan upacara memperingati Hari Kartini. Dulu ketika penulis masih di bangku SD, memperingati Hari Kartini dengan penampilan beda dari hari biasa.  Semua Ibu Guru dan murid wanita semuanya tampil dengan berbusana kebaya, dengan warna warni hiasan di kepalanya.  Tapi kini pemandangan seperti itu sudah jarang sekali bisa dijumpai, bahkan di sekolah tingkat dasarpun sudah pudar atau bahkan hilang dan tidak sedikit jika ditanyakan sekarang tanggal berapa, mereka tidak ingat kalau tanggal 21 April adalah Hari Kartini. Ironis bukan? Sementara di luar sana digembar-gemborkan dengan penyetaraan dan emansipasi kaum wanita dengan kaum pria, tetapi tokoh pejuang yang mempelopori gerakan itu dilupakan.

Sebagai upaya dalam memberikan motivasi bagi para peserta didik di SMK N 1 Purwojati, terutama para siswi, diselenggarakan upacara peringatan walaupun hanya secara sederhana dengan mekanisme sebagaimana kegiatan upacara reguler, namun mempunyai makna yang cukup berarti dalam membangun mental dan semangat para Kartini-Kartini masa kini.

Pesan dan kesan yang disampaikan melalui amanat pembina upacara dalam mengambil pelajaran dari nilai-nilai perjuangan Kartini antara lain :

1. Patuhi Undang-undang perkawinan, dimana wanita hendaknya mau dinikahkan setelah mencapai batas umur minimal (20 tahun).

2. Nikah apabila pasangannya telah dapat hidup mandiri dan mampu melaksanakan tanggung jawabnya sebagai seorang suami (dengan kemapanan yang jelas).

3. Jika perlu, seorang wanita mempunyai hasil sendiri sehingga tidak mudah di permainkan oleh para kaum lelaki.

4. Atur dengan perencanaan yang matang dalam program bersalin (ingat laju pertumbuhan penduduk di Indonesia yang cukup tinggi)

5. Persaingan dalam memperoleh kesempatan kerja sudah semakin berat, jangan menambah beban negara dengan keturunan yang tidak produktif.

6. Kaum lelaki harus lebih semangat dan giat dalam berusaha untuk tidak disisihkan oleh para kaum wanita.

Itulah diantara pesan-pesan yang disampaikan oleh pembina upacara Hari Kartini di SMK yang berlokasi di Kecamatan Purwojati

DSCN1192   DSCN1193

Disela-sela kegiatan upacara juga diserahkan beasiswa prestasi non akademik kepada peserta didik yang meraih kejuaraan dalam lomba-lomba tingkat kabupaten, diantaranya lomba pidato banyumasan, lomba pencak silat dan lomba fotografer.

Kepada para juara dan sekaligus penerima beasiswa disampaikan apresiasi dan penghargaan serta terimakasih.

lomba masak   ngulek sambel

juri  sampel produk  penilaian

Sebagai puncaknya peringatan Hari Kartini kali ini diselenggarakan lomba memasak nasi goreng khusus untuk seluruh para guru dan karyawan laki-laki.   Dalam kesempatan ini tidak terkecuali juga kepala sekolah ikut menyemarakkan dalam kegiatan lomba tersebut.

Oleh: Admin | November 30, 2013

EXPO LKS SMK PROV JATENG

Sosialisasi memperkenalkan keberadaan sekolah kapada masyarakat luas,  terus dilakukan. Melalui berbagai event diikuti, salah satunya melalui pameran dalam rangka expo LKS SMK Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013, SMK N 1 Purwojati ikut mengambil bagian berpartisipasi tampil dengan gayanya sendiri.  Banyak sekolah yang menampilkan profil dari program studinya masing-masing.

Dalam Kesempatan ini Program Studi Pemasaran berkolaborasi dengan Program Tatabusana Butik ikut mewarnai kegiatan tersebut.

DSCN8841

 

Oleh: Admin | November 8, 2013

WORKSHOP KURIKULUM

Seharian Bersana Kadindik Banyumas

Upaya menyamakan persepsi dalam menterjemahkan kurikulum 2013 serta mempertajam pemahaman untuk implementasinya, maka pengawas SMK Kabupaten Banyumas turun ke lapangan memberikan paparan penjelasan  rambu-rambu dan teknis dalam pelaksanaan di masing-masing SKPD.

Tidak berhenti pada kondisi tersebut di atas, tetapi juga guna memperkuat semangat dan upaya-upaya perubahan kualitas kinerja SDM di sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas pun terjun langsung ke lapangan dengan memberikan dorongan motivasi bagi seluruh jajaran guru dan tenaga kependidikan.

Pada kesempatan ini berkenaan kepentingan di atas, sambutan rekan-rekan guru dan tenaga kependidikan di SMK Negeri 1 Purwojati sangat antusias mengikuti paparan yang disampaikan baik oleh pengawas SMK maupun Kepala Dinas. Dan kemungkinan kegiatan saat ini merupakan rekor dalam sejarah pembinaan di sekolah oleh Kepala Dinas langsung selama 1 hari penuh.

DSCN0693    DSCN0673

DSCN0667   DSCN0670

Banyak hal yang disampaikan Pengawas maupun Ka Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas.Dalam pesan beliau diantaranya “jadilah manusia wajib, jangan pernah terpeleset sehingga menjadi manusia haram.” serta hilangkan pemikiran kotor dalam  melakukan pengabdian, karena hasil yang di dapat sesuai dengan arah apa yang kita pikirkan.

   

   

Pada akhirnya kegiatan usai hingga pukul 16.30 WIB dengan ditutup foto bersama

Oleh: Admin | September 21, 2013

Jalan Sehat HUT RI ke 68

merdeka 68

Sebagai warga negara generasi penerus perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, sudah sewajarnya jika berusaha untuk selalu mengisi masa kemerdekaan yang telah dicapai dengan susah payah oleh para pejuang dengan kegiatan-kegiatan yang positif.

DSCN4371

Kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan oleh Panitia HUT RI Unit SMK Negeri 1 Purwojati tahun 2013 ini dimaksudkan untuk mempersatukan para peserta didik dan kelembagaan sekolah di wilayah Kecamatan Purwojati dan sekitarnya.  Kebersamaan yang terjalin antara guru, siswa dan lembaga-lembaga di Purwojati merupakan upaya dalam meningkatkan sikap akan kesadaran salah satu pilar yaitu NKRI yang harus selalu dibangun dan dipupuk agar semakin solid. Baca Lanjutannya…

PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Dalam menanamkan rasa kebangsaan dan memupuk rasa persatuan dan kesatuan sebagai warga negara kesatuan Republik Indonesia, para siswa SMK Negeri 1 Purwojati, melaksanakan Upacara Bendera hari Senin tanggal 20 Mei 2013 sekaligus  bertepatan dengan memperingati “Hari Kebangkitan Nasional”.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Admin | Mei 18, 2013

SELAMAT JALAN ANAK-ANAKKU

SELAMAT JALAN ANAK-ANAKKU, SEMOGA SUKSES !!!

daaahSetelah sekian lama digembleng dan dijlebor di kawah SMK Negeri 1 Purwojati, maka kini telah berubah bentuk profil dan performance nya, yang tentunya sudah siap untuk tampil mandiri di kancah dunia luar.   Melalui kegiatan Pelepasan Siswa Tk.3 (klas 12) tanggal 16 Mei 2013 yang bertepatan dengan Hari Lahirnya SMK N 1 Purwojati, secara aklamasi telah dilakukan penyerahan kembali kepada pihak orang tua/wali murid melalui Komite sekolah.  Dalam sambutan Kepala Sekolah telah disampaikan beberapa pesan dan kesan sebagai berikut :

KS Lepas  DSC_0157

Bismillahir rahmaanir rahiim. Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh. Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua.

Allhamdulilahi robbil alamin, wabihi nasta’inu ala umuri dunia waddin, wasollatu wasallamu ala asrofil anbiayi wal mursalin wa’ala alihi wasohbihi adzmain, ama ab’du.

Yang terhormat:

Baca Lanjutannya…

Oleh: Admin | Mei 14, 2013

LKS KEJURUAN PRODUKTIF

bismillahLKS (Lomba Kompetensi Siswa) 2013

Upaya mengimplementasikan program Banyumas Vokasi pada Tahun 2011 yang lalu dan sejalan dengan program Direktorat Pembinaan SMK dalam mengangkat dan memacu pencapaian wujud “SMK Bisa”, pada setiap tahunnya diselenggarakan ajang kompetisi ketrampilan siswa melalui Program Kegiatan “Lomba Kompetensi Siswa” untuk semua program studi keahlian.

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.