Oleh: Admin | April 22, 2014

HARI KARTINI (21 April 2014)

Memang agak dibilang aneh, saat sekarang ini di lembaga pemerintah merngadakan upacara memperingati Hari Kartini. Dulu ketika penulis masih di bangku SD, memperingati Hari Kartini dengan penampilan beda dari hari biasa.  Semua Ibu Guru dan murid wanita semuanya tampil dengan berbusana kebaya, dengan warna warni hiasan di kepalanya.  Tapi kini pemandangan seperti itu sudah jarang sekali bisa dijumpai, bahkan di sekolah tingkat dasarpun sudah pudar atau bahkan hilang dan tidak sedikit jika ditanyakan sekarang tanggal berapa, mereka tidak ingat kalau tanggal 21 April adalah Hari Kartini. Ironis bukan? Sementara di luar sana digembar-gemborkan dengan penyetaraan dan emansipasi kaum wanita dengan kaum pria, tetapi tokoh pejuang yang mempelopori gerakan itu dilupakan.

Sebagai upaya dalam memberikan motivasi bagi para peserta didik di SMK N 1 Purwojati, terutama para siswi, diselenggarakan upacara peringatan walaupun hanya secara sederhana dengan mekanisme sebagaimana kegiatan upacara reguler, namun mempunyai makna yang cukup berarti dalam membangun mental dan semangat para Kartini-Kartini masa kini.

Pesan dan kesan yang disampaikan melalui amanat pembina upacara dalam mengambil pelajaran dari nilai-nilai perjuangan Kartini antara lain :

1. Patuhi Undang-undang perkawinan, dimana wanita hendaknya mau dinikahkan setelah mencapai batas umur minimal (20 tahun).

2. Nikah apabila pasangannya telah dapat hidup mandiri dan mampu melaksanakan tanggung jawabnya sebagai seorang suami (dengan kemapanan yang jelas).

3. Jika perlu, seorang wanita mempunyai hasil sendiri sehingga tidak mudah di permainkan oleh para kaum lelaki.

4. Atur dengan perencanaan yang matang dalam program bersalin (ingat laju pertumbuhan penduduk di Indonesia yang cukup tinggi)

5. Persaingan dalam memperoleh kesempatan kerja sudah semakin berat, jangan menambah beban negara dengan keturunan yang tidak produktif.

6. Kaum lelaki harus lebih semangat dan giat dalam berusaha untuk tidak disisihkan oleh para kaum wanita.

Itulah diantara pesan-pesan yang disampaikan oleh pembina upacara Hari Kartini di SMK yang berlokasi di Kecamatan Purwojati

DSCN1192   DSCN1193

Disela-sela kegiatan upacara juga diserahkan beasiswa prestasi non akademik kepada peserta didik yang meraih kejuaraan dalam lomba-lomba tingkat kabupaten, diantaranya lomba pidato banyumasan, lomba pencak silat dan lomba fotografer.

Kepada para juara dan sekaligus penerima beasiswa disampaikan apresiasi dan penghargaan serta terimakasih.

lomba masak   ngulek sambel

juri  sampel produk  penilaian

Sebagai puncaknya peringatan Hari Kartini kali ini diselenggarakan lomba memasak nasi goreng khusus untuk seluruh para guru dan karyawan laki-laki.   Dalam kesempatan ini tidak terkecuali juga kepala sekolah ikut menyemarakkan dalam kegiatan lomba tersebut.


Responses

  1. TERLALU INDAH DILUPAKAN…. TERLALU SEDIH DIKENANGKAN….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: